Alat Musik Tiup

Alat Musik Tiup Logam (Brass)

Berlawanan dengan kayu yang terbuat dari kayu, logam berbasis kuningan dan suara yang dihasilkan berasal dari getaran bibir pemain, yang kemudian melewati resonator. Tekanan udara yang dihasilkan dari pemain meledak akan mempengaruhi nada tinggi dan rendah yang dihasilkan.

Menurut metode menghasilkan nada, alat musik kuningan dibagi menjadi dua jenis, yaitu instrumen berkat dan instrumen yang menggunakan dorongan (slide). Instrumen yang tertutup memungkinkan pemain membuat suara dengan meniup sambil menekan katup logam pada badan instrumen.

Contoh instrumen kuningan yang diberkati adalah tuba, sangkakala dan tanduk. Sementara instrumen kuningan termasuk dalam tipe slide, itu adalah trombon. Di bawah ini adalah penjelasan lengkapnya:

1. Terompet

Alat musik ini sering ditemukan di band-band musik baik di dalam maupun luar negeri. Bentuk terompet lurus dengan tiga katup dan ujungnya melebar seperti soket suara. Ketiga katup ini digunakan untuk menghasilkan nada dengan posisi kompresi berbeda. Jadi dari ketiga katup ini, pemain dapat menghasilkan lebih dari 1 oktaf, dengan posisi variabel dan tekanan udara berbeda.

2. Tuba

Instrumen ini memiliki bentuk melingkar hampir seperti koklea dengan ujung lebar seperti terompet. Tuba digunakan untuk memainkan nada rendah dalam pertunjukan musik. Bentuknya yang besar menyebabkan pemain tuba memeluk tubuh tuba sambil memainkan musik.

3. Horn

Bentuk tanduknya mirip dengan fallopi tetapi lebih kecil. Instrumen ini juga memiliki katup yang sama dengan trompet dan tuba. Klakson biasanya memainkan nada pada tombol F. Suara yang dihasilkan oleh klakson keras tapi tidak terlalu berat. Tanduk biasanya ditemukan dalam pertunjukan band dan orkestra.

4. Trombone

Instrumen ini unik dibandingkan instrumen kuningan lainnya karena tidak menggunakan katup untuk menghasilkan nada. Pemain trombon harus meniup sambil menggerakkan tabung pendorong yang terletak di badan instrumen. Nada tinggi dan rendah dipengaruhi oleh tekanan napas dan ukuran rongga yang dihasilkan dari tekanan tabung trombonik.

Selain instrumen angin dari luar negeri, di Indonesia ada instrumen angin yang tidak kalah unik. Misalnya seruling, puwi puwi, saluang dan lain-lain. Perbedaan mendasar dibandingkan dengan instrumen angin asing dan domestik terletak pada skala yang digunakan. Jika musik barat menggunakan tangga nada diatonis, maka di Indonesia ada tangga nada pentatonis yang berbeda di setiap wilayah.

5. Seruling

Seruling terbuat dari bambu dan tersebar luas di seluruh Jawa. Untuk seruling sunda dengan nada daminatila, sedangkan seruling Jawa menggunakan tongkat slendro dan pelog. Sebelumnya, seruling dimainkan hanya dengan gamelan dan angklung.

Tetapi sekarang seruling juga digunakan dalam musik dangdut tetapi dengan sedikit perubahan dalam skala yang digunakan, yang diubah menjadi skala diatonis sehingga dapat dimainkan secara harmonis dengan alat musik modern.

6. Puwi Puwi

Alat ini berasal dari Sulawesi Selatan. Bentuk instrumen ini mirip dengan terompet, tetapi tidak memiliki katup. Alat musik ini biasanya dimainkan ketika ada acara tradisional di Sulawesi Selatan.

7. Saluang

Saluang berbentuk seruling dan bahkan saluang juga terbuat dari bambu tipis. Orang Minangkabau percaya bahwa bahan terbaik untuk membuat saluang adalah bambu yang hanyut di sungai atau selokan yang digunakan untuk mengeringkan pakaian.

Instrumen ini dimainkan dengan teknik khusus yang disebut angisiahan angok yang akan memberikan kesan suara yang berkelanjutan dari awal hingga akhir lagu. Kemampuan ini harus dilatih untuk waktu yang lama dan membutuhkan konsistensi dalam latihan.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>