Urutan Bulan Jawa dan Hijriyah

Urutan Bulan Jawa– Urutan nama-nama bulan dalam metode kalender Jawa atau dalam kalender Saka merupakan metode kalender seperti kalender Islam dan kalender Islam, yang telah ada pada 78 SM. BC ada dan mulai. Cara kalender Jawa memakai metode kalender lunar yang mirip dengan metode kalender Hijriyah.

Kita mungkin telah mengenal kalender Islam dengan sungguh-sungguh bagus dan pun sepakat. Sementara itu, urutan dari Jawa atau kalender Hijriyah tampaknya pun kurang akrab bagi kita.

Untuk ini aku akan memeriksa dengan seksama apa urutan nama bulan dalam kalender Jawa atau dalam kalender Hijriyah (Islam). Bagi Anda yang berkeinginan tahu, tulisan ini menerangkan secara detil dari bulan ke bulan.

Urutan Bulan Jawa

Kalender Jawa ini didasarkan pada momen alam dan pengamatan pengalaman hidup dari masyarakat selama bertahun-tahun. Tiap bulan dalam kalender Jawa juga mempunyai sejumlah hari yang berbeda.

Ada 12 bulan dalam kalender Jawa, merupakan:

1.            Suro (30 hari)

2.            Sapar (29 hari)

3.            Mulud (30 hari)

4.            Bakda Mulud (29 hari)

5.            Jumat mulai (30 hari)

6.            Terakhir diperbarui (29 hari)

7.            Rejeb (30 hari)

8.            Ruwah (29 hari)

9.            Pasa (30 hari)

10.          Sawal (29 hari)

11.          Terganggu (30 hari)

12.          Besar (29 hari)

Supaya lebih terang dan lebih komplit, berikut merupakan nama-nama bulan Jawa layak dengan arti dan artinya.

1. Sura

Suromonat merupakan bulan pertama dalam metode kalender Jawa. Bulan Sura kerap dinyatakan dengan pengucapan Suro bulan. Jumlah hari dalam bulan ini merupakan 30 hari.

Bulan sura bertepatan dengan Muharram Bulam pada kalender Islam. Nama Sura sendiri berasal dari perayaan Hari Asyura, yang jatuh pada metode kalender bulan Islam pada tanggal 10 Muharram.

2. Sapar

Urutan Jawa kedua merupakan Sapar. Dalam kalender Jawa, bulan Sapar mempunyai 29 hari.

Bulan Sapar bertepatan dengan bulan Safar dalam kalender Islam. Nama Sapar juga berasal dari bulan Safar dalam metode kalender Hijriyah.

3. Mulud

Urutan bulan ketiga dalam metode kalender Jawa merupakan Mulud. Mulud mempunyai 30 hari.

Mulud bertepatan dengan bulan Rabiul Permulaan pada kalender Islam. Nama Mulud berasal dari perayaan ulang tahun Nabi, yang jatuh pada permulaan bulan Rabul dalam metode kalender Hijriyah.

4. Bakda Mulud

Bakda Mulud merupakan bulan keempat dalam metode kalender Jawa. Bakda Mulud mempunyai 29 hari.

Bulan Bakda Mulud bertepatan dengan bulan Rabius terakhir dalam kalender Islam. Nama Bakda Mulud berarti \\\”sesudah bulan Mulud\\\”.

5. Jumadil Permulaan

Paus Jumadila merupakan bulan kelima dalam metode kalender Jawa. Bulan ini mempunyai 30 hari.

Bulan pertama Jumadil bertepatan dengan bulan pertama Jumadil dalam kalender Islam. Walaupun nama Jumadilawal juga berasal dari bulan Jumadil Permulaan dalam metode kalender Hijriyah.

6. Jumadil Akhir

Urutan Jawa keenam merupakan Jumadil Akhir. Dalam kalender Jawa, bulan ini mempunyai 29 hari.

Jumat terakhir bertepatan dengan akhir bulan dalam kalender Islam. Nama Jumadilakir berasal dari nama bulan Jumadil terakhir dalam metode kalender Hijriyah.

7. Rejeb

RajabRejeb Jawa merupakan bulan ketujuh dalam metode kalender Jawa. Bulan ini mempunyai 30 hari. Dalam masyarakat Jawa, bulan ini biasanya adalah salah satu bulan terbaik untuk merayakan, umpamanya pernikahan.

Bulan Rejeb bertepatan dengan bulan Rajab dalam kalender Islam. Nama \\\”Rejeb\\\” berasal dari nama bulan Rajab dalam metode kalender Hijriyah.

8. Ruwah

Episode selanjutnya dari bulan Jawa merupakan bulan Ruwah. Bulan kedelapan ini kerap disebut sebagai bulan roh atau bulan Saban. Bulan Ruwah mempunyai 29 hari.

Bulan Ruwah bertepatan dengan bulan Sya\\\’ban dalam kalender Islam. Nama \\\”Ruwah\\\” diawali dengan Nifsu Syaban, yang dianggap sebagai praktik roh satu tahun yang dicatat dalam bulan Sya\\\’ban dalam metode kalender Hijriyah.

9. Pa┼ča

Bulan Pasa merupakan urutan bulan kesembilan dalam metode kalender Jawa. Pasa lazimnya dinyatakan dengan pengucapan \\\”Poso\\\”. Bulan Pasa mempunyai 30 hari. Bulan ini juga disebut bulan Prapaskah, bulan Siyam atau bulan Ramelan.

Bulan bertepatan dengan bulan Ramadhon di kalender Islam. Nama Pasa berasal dari puasa yang patut dilaksanakan umat Islam selama bulan Ramadhon dalam metode kalender Hijriyah.

10. Sawal

Masukkan bulan kesepuluh dari metode kalender Jawa, merupakan Sawal. Bulan Sawal mempunyai 29 hari.

Bulan ini bertepatan dengan bulan Syawal di kalender Islam. Nama Sawal juga berasal dari nama Syawal dalam metode kalender Hijriah.

11. Jeda

Bulan yang terputus merupakan urutan kesebelas Jawa. Bulan sementara ini kerap disebut sebagai Dulkangidah atau Apit. Bulan ini mempunyai 30 hari. Terganggu, \\\”selo\\\” lazimnya dinyatakan.

Berjeda bertepatan dengan bulan Dzulkaidah pada kalender Islam. Nama terputus berasal dari bahasa Sansekerta.

12. Besar

Urutan bulan terakhir atau kedua belas dalam metode kalender Jawa besar. Bulan Hebat kerap disebut sebagai Bulan Dulkahijjah. Bulan besar mempunyai 29 hari atau 30 hari.

Bulan ini bertepatan dengan bulan Dzuhijjah di kalender Islam. Nama \\\”Besar\\\” merujuk pada Idul Adha dan haji, yang dirayakan pada bulan Dzulhijjah pada metode kalender Hijriyyah.

Jadi, jumlah hari dalam tahun Jawa atau tahun Saka merupakan 354 atau 355 hari.

Urutan nama bulan Islam dalam kalender Hijriyah

Pada kalender Hijriyah, atau lebih kerap disebut sebagai kalender Islam, memakai peredaran bulan sebagai rujukan.

Penentuan kalender Hijriyyah dilaksanakan selama khalifah Umar bin Khattab, yang memutuskan acara keberangkatan Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan dengan jumlah hari sekitar 29-30 hari.

Dari Abu Bakrah Nufai bin Al Harith, kata nabi sallallaahu ‘alaihi wasallam, “Sebetulnya, zaman sudah merubah bagaimana waktu Yang menjadikan langit dan bumi, tahun mempunyai 12 bulan, 4 di antaranya merupakan bulan Haram bulan ilegal merupakan tiga bulan berturut-ikut serta, merupakan Dhu’lq’idah, Dhu al-Hijjah dan Al Muharram, dan bulan Rajab lainnya merupakan antara Jumadil Tsani dan Sya’ban. “

(Al Muttaffaqun alaihi Al Bukhori 4662, Muslim 1679).

Berikut merupakan nama-nama bulan Islam dalam kalender Hijriyah:

1. Muharram

Bulan ini sudah dilarang atau tabu. Nama Muharram sebab dilarang beradu atau menumpahkan darah bulan ini. Larangan itu berlanjut hingga hari-hari permulaan Islam.

2. Shafar

Shafar berarti kosong. Nama Shafar sebab bulan ini semua populasi lelaki Arab meninggalkan rumah untuk mendaki, berdagang, dan bertempur, meninggalkan permukiman mereka yang kosong dari penduduk lelaki.

3. Rabbi permulaan

Rabi permulaan berasal dari kata rabi (mapan) dan permulaan (pertama). Ini berarti bahwa kembalinya pria yang sudah meninggalkan rumah atau beremigrasi sehingga masa inap permulaan pria berada di rumah.

4. Rabbi\\\’ul Terakhir

Bulan keempat merupakan mendiang Rabi’ul, yang berarti waktu penyelesaian akhir dan akhir dari laki-laki Arab

5. Dulu Jumadil

Bulan selanjutnya merupakan Jumadil Permulaan. Nama bulan ini berasal dari kata Jumadi (kering) dan Permulaan (pertama). Dinamai sesudah Jumadil Permulaan sebab bulan ini merupakan permulaan musim kemarau dikala kekeringan terjadi.

6. Final Jumadil

Bulan keenam merupakan Final Jumadil, yang berarti musim kemarau sudah usai.

7. Rajab

Bulan Rajab mempunyai makna yang mulia. Disebut Rajab sebab orang-orang Arab dimuliakan bulan ini di masa lalu, umpamanya dengan melarang perang.

8. Syaitan

Bulan kedelapan merupakan Sya’ban, yang berarti kategori. Dinamai Sya’ban sebab orang-orang Arab mencari nafkah dalam kategori bulan ini. Momen penting bagi umat Islam pada waktu itu merupakan pergerakan arah kiblat dari Baitul Muqaddas ke Kabah (Baitullah).

9. Ramadhon

Bulan Ramadhon sungguh-sungguh panas. Bulan ini membakar dosa sebab umat Islam patut berpuasa selama sebulan di bulan ini.

Ramadhon merupakan satu-satunya bulan yang kerap diceritakan dalam Al Qur’an, sebab bulan ini mempunyai keutamaan, kemurnian, dan bermacam-macam karakteristik.

10. Syawal

Bulan kesepuluh merupakan Syawal, yang berarti kebahagiaan. Arti dari Syawal merupakan kembalinya orang ke Fitrah (kemurnian) sebab mereka berpuasa dan membayar zakat dan saling memberi maaf. Aku sungguh-sungguh bahagia seputar itu.

11. Dhulqo’ah

Bulan Dhulqodah terdiri dari kata-kata dzul (pemilik) dan qa’dah (duduk). Bulan ini disebut Dzulqodah sebab bulan ini merupakan waktu rehat

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>